﷽
Bab 4 - Takut Kepada Syirik
Ibn Qayyim mengatakan kemulian ilmu berkaitan dengan apa yang dipelajari ilmu tersebut. Sehingga ketika seseorang belajar tentang Allah, maka itulah ilmu yang paling mulia. Jangan lupa ini semua adalah nikmat dan taufik dari Allah yang memberikan hati kita kecondongan terhadap ilmu. Hendaknya kita senantiasa berdoa agar nikmat ini tidak dicabut.
Doa berlindung dari hilangnya nikmat
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dia berkata, “Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
“ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MIN ZAWAALI NI’MATIK, WA TAHAWWULI ‘AAFIYATIK, WA FUJAA’ATI NIQMATIK, WA JAMII’I SAKHOTHIK” [Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu]. (HR. Muslim no. 2739)
Mengenal Kesyirikan
Siapapun yang ingin mendapatkan keutamaan-keutamaan tauhid, sebagaimana yang telah kita pelajari pada bab-bab sebelumnya, maka hendaknya ia berhati-hati terhadap kesyirikan.
Hudhaifah ibn Yaman adalah sahabat yang menyimpan rahasia Nabi ﷺ, diantaranya nama-nama orang munafik. Orang-orang zaman dulu sering bertanya tentang kebaikan, namun ia dulu sering bertanya tentang keburukan-keburukan sehingga ia bisa menghindari hal tersebut.
Lihatlah seorang sahabat yang mulia yaitu Hudzaifah Ibnul Yaman, begitu semangat mengenali kejelekan, di samping ia juga paham amalan baik. Hudzaifah berkata, “Manusia dahulu biasa bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kebaikan. Aku sendiri sering bertanya mengenai kejelekan supaya aku tidak terjerumus di dalamnya.” ( HR. Bukhari no. 3411 dan Muslim no. 1847)
Link to original
Karena ini banyak para ulama yang menuliskan buku-buku kompilasi dosa besar, supaya kita tau dan bisa menghindarinya.Circular transclusion detected: Clippings/Kenalilah-Kejelekan!
Kesyirikan adalah dosa yang paling besar
Allah hanyalah satu-satunya dzat yang boleh disembah, maka ketika kita menyeleweng dan melakukan peribadatan kepada selain Allah, maka ini adalah kesyirikan. Selain itu, ketika kita meyakinin ada orang yang bisa mengetahui ilmu gaib (ajal, hari kiamat, dll) selain Allah, maka ini adalah kesyirikan karena kita menyamakan sifat Allah dengan makhluk.Dari Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Ada seorang laki-laki berkata: ‘Wahai Rasulullah, dosa apa yang paling besar di sisi Allah?’ Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: ‘Kamu menyeru tandingan untuk Allah sementara Allah yang telah menciptakan kamu.’
Link to original
Al-Jinn (72:26) 72-26
Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا
Al-Jinn (72:27) 72-27
Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga di muka dan di belakangnya. إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا
7 Alasan Kenapa Kesyirikan Adalah Dosa Terbesar
1. Hakikat dari kesyirikan adalah menghinakan Allah ﷻ.
Maka Nabi Yahya berkata: ‘Sesungguhnya Allah memerintahkan aku dengan 5 kalimat supaya aku mengamalkan dan aku perintahkan kalian untuk mengamalkannya; (1) Kamu hendaklah beribadah kepada Allah dan kamu jangan mempersekutukan Allah sedikitpun juga. Karena perumpamaan orang yang mempersekutukan Allah seperti orang yang membeli hamba sahaya dari hartanya berupa emas atau perak. Lalu ia berkata kepada hamba sahayanya itu: ‘Ini rumahku dan ini pekerjaanku. Silahkan kamu bekerja dan laksanakan tugasmu kepadaku.’ Ternyata ia malah bekerja dan melaksanakan tugas orang lain yang bukan tuannya. Siapa diantara kalian yang merasa suka hamba sahayanya melakukan perbuatan itu? (2) Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk shalat, maka apabila kalian maka janganlah kalian menengok. Karena Allah senantiasa menghadapkan wajahnya kepada si hamba yang shalat itu selama ia tidak menengok. (3) Dan aku perintahkan kalian berpuasa, karena perumpamaan orang yang berpuasa seperti orang yang berada di sekerumunan orang. Ia memiliki sebuah kantong yang berisi minyak kasturi dan semuanya merasa kagum dengan wanginya minyak kasturi tersebut. Dan sesungguhnya bau mulutnya orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada minyak kasturi. (4) Dan aku perintahkan kalian untuk bersedekah. Karena perumpamaan orang yang bersedekah seperti orang yang ditawan oleh musuh. Dan musuh itu mengikat tangannya sampai ke lehernya dan mereka pun hendak memenggal kepalanya. Lalu orang ini berkata: ‘Aku akan menebus diriku dari kalian, baik dengan harta sedikit maupun banyak.’ Lalu dia pun mampu menebus dirinya dari mereka (artinya orang yang bersedekah ia sudah menebus dirinya dari api neraka). (5) Aku perintahkan kalian untuk berdzikir kepada Allah. Karena perumpamaan orang yang berdzikir seperti orang yang dikejar oleh musuh dengan cepat. Lalu iapun mendatangi sebuah benteng yang sangat kokoh dan dia pun melindungi dirinya dari musuh di dalam benteng tersebut. Demikian pula seorang hamba, ia tidak bisa melindungi dirinya dari setan kecuali dengan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Link to original
2. Perbuatan kesyirikan adalah bentuk pembangkangan terhadap Allah ﷻ.
Tidak ada pembangkangan yang lebih besar dibanding keluarnya seseorang dari tujuan penciptaan dirinya. Manusia diciptakan untuk beribadah hanya kepada Allah.
Al-Hijr (15:56) 15-56
Ibrahim berkata:“Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”. قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ
3. Perbuatan syirik adalah kedzaliman yang paling besar
Kedzaliman adalah menempatakan sesuatu bukan pada tempatnya. Maka kedzaliman apa yang lebih besar daripada seseorang beribadah bukan pada tempatnya?
4. Perbuatan syrik adalah murni keburukan dan kesesatan
Tidak ada kebaikan maupun syahwat sama sekali dalamnya, sehingga para ulama mengatakan kesyirikan ini seluruhnya keburukan dan kebodohan. Dan tidak ada kelezatan yang didapatkan darinya.
Note
Seseorang yang ingin kekayaan datang ke dukun sungguh sangat aneh. Dukun saja bukan orang paling kaya di dunia, mengapa kita minta kepada dia? Syahwat apa yang menjadikan seseorang meminta kepada orang yang tidak punya?
Pada surat Fatir ayat 13-14 Allah menjelaskan bahwa sesembahan selain Allah ini tidak memiliki apa-apa bahkan ia tidak memiliki qitmir atau selaput biji kurma.
Faatir (35:15) 35-13
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. ۞ يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
Faatir (35:14) 35-14
Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan dihari kiamat mereka akan mengingkari kemusyirikanmu dan tidak ada yang dapat memberi keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui. إِنْ تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ
5. Syirik adalah satu-satunya dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah
An-Nisaa (4:48) 4-48
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
Maksud dari dosa syirik yang tidak diampuni oleh Allah adalah jika ia wafat dalam keadaan belum bertaubat.
Az-Zumar (39:53) 39-53
Katakanlah:“Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ۞ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
6. Dosa syirik menghapus semua amal shalih
Pada surat An-Naml ayat 6-83 sampai dengan 6-88 membahas tentang hamba-hamba Allah yang berada dalam jalan yang lurus. Di akhir ayat ke 88, Allah mengatakan dan jika mereka menyembah selain Allah maka semua kebaikan yang telah dilakukan akan terhapus.
“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.”
7. Dosa syirik adalah sebab masuk neraka selama-lamanya
Allah telah mengharamkan surga bagi siapapun yang menyekutukan Allah. Sedangkan siapapun yang tidak masuk surga maka pasti akan masuk neraka.
Al-Maaida (5:72) 5-72
Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata:“Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih berkata:“Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
Hadis mengenai disembelihnya kematian
Dari sahabat Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
يُؤْتَى بِالْمَوْتِ كَهَيْئَةِ كَبْشٍ أَمْلَحٍ فَيُنَادِي بِهِ مُنَادٍ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ! فَيَشْرَئِبُوْنَ وَيَنْظُرُوْنَ, فَيَقًوْلُ: هَلْ تَعْرِفُوْنَ هَذَا ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: نَعَمْ, هَذَا الْمَوْتُ, وَكُلُّهُمْ قَدْ رَآهُ, ثُمَّ يُنَادِي مُنَادٍ: يَا أَهْلَ النَّارِ فَيَشْرَئِبُوْنَ وَيَنْظُرُوْنَ, فَيَقُوْلُ: هَلْ تَعْرِفُوْنَ هَذَا ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: نَعَمْ, هَذَا الْمَوْتُ وَكُلُّهْمْ قَدْ رَآهُ فَيُذْبَحُ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ ثُمَّ يَقُوْلُ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ خُلُوْدٌ فَلاَ مَوْتَ, وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُوْدٌ فَلاَ مَوْتَ
“Kematian didatangkan dalam bentuk kambing berkulit hitam putih. Lalu, ada penyeru yang memanggil, ‘Wahai penduduk surga!’ Mereka menengok dan melihat. Penyeru itu berkata, ‘Apakah kalian mengenal ini?’ Mereka menjawab, ‘Ya, itu adalah kematian.’ Mereka semua telah melihatnya. Kemudian penyeru memanggil, ‘Wahai penduduk neraka!’ Mereka menengok dan melihat. Penyeru itu berkata, ‘Apakah kalian mengenal ini?’ Mereka menjawab, ‘Ya, itu adalah kematian.’ Mereka semua telah melihatnya. Kemudian kematian disembelih di antara surga dan neraka. Lalu penyeru berkata, ‘Wahai penduduk surga, kekekalan dan tiada lagi kematian setelahnya, dan wahai penduduk neraka, kekekalan dan tiada lagi kematian setelahnya.’“(HR. Bukhari dan Muslim)
Link to original
Dalil penulis
Doa agar keturunan dijauhkan dari kesyirikan
Ibrahim (14:35) 14-35
Dan, ketika Ibrahim berkata:“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ
Nabi Ibrahim, seorang Nabi yang mulai, khalilullah, yang menghancurkan berhala, membangun ka’bah, diuji untuk menyembelih anaknya saja masih memanjatkan doa agar anak keturunannya untuk dijauhkan dari berbuat syirik. Ibn Jarir meriwayatkan perkataan seorang tabi’in, Ibrahim At-Tamimi;
“Kalau begitu siapa orang yang merasa aman dari bala setelah Nabi Ibrahim?”
Rasulullah takut syirik kecil untuk umatnya
Maḥmūd bin Labīd -raḍiyallāhu ‘anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
Link to original
“Hal yang paling aku khawatirkan pada kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apa syirik kecil itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Yaitu ria. Allah ﷻ akan berfirman pada mereka di hari Kiamat ketika manusia diberikan balasan amal mereka, ‘Carilah orang-orang yang kalian bersikap ria di hadapannya saat di dunia, lalu tunggulah, apakah kalian menemukan balasan dari mereka?‘”
[Hasan] - [HR. Ahmad] - [Musnad Aḥmad - 23630]
Pembagian jenis syirik
| Jenis Syirik | Besar | Kecil |
|---|---|---|
| Amalan yang terhapus | Semua amalan | Hanya amalan yang tercampuri syirik yang tidak diterima. Misalnya, jika shalatnya yang tercampur oleh syirik kecil, maka hanya amalan tersebut yang tidak diterima. |
| Kekal di neraka | Ya | Tidak |
| Diampuni | Tidak | Terjadi khilaf, beberapa ulama (seperti Ibn Taymiyyah) mengatakan syirik yang dimaksud dalam 4-48 termasuk kedua jenis syirik ini. Sehingga tidak akan diampuni sebelum bertaubat. Adapun pendapat yang kedua (dipilih oleh Sheikh As-Sa’di) mengatakan syirik kecil seperti dosa besar sebagaimana syirik kecil tidak mengeluarkan seseorang dari agama islam. |
Tempat Terakhir Seorang Hamba di Akhirat
Dari Jabir, ia berkata: Seorang lelaki datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: “Wahai Rasulullah, apa dua hal yang pasti?” Beliau menjawab: “Siapa yang mati tanpa menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, pasti akan masuk surga, dan siapa yang mati menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, pasti akan masuk neraka.” https://www.hadits.id/l/JoWrmcNJVm
Seorang hamba hendaknya memiliki balance anatara rasa harap akan pahala dari Allah dan juga rasa takut atas adzab Allah.