﷽
Bab 5 - Dakwah Kepada Syahadat La Ilaha Illallah
Para ulama mengatakan kewajiban pertama bagi seorang hamba adalah mentauhidkan Allah dan mengamalkannya. Dan jika seseorang akan menutup kehidupannya, maka penutup yang terbaik adalah pengucapan kalimat Laa Ilaha Illallah. Oleh karena itu Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ “Barang siapa yang akhir perkataannya adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)
Makna لا إلهَ إِلاَّ اللهُ
Kalimat ini terdiri dari 4 kata:
Transclude of Makna-Laa-Ilaha-Illallah.excalidrawAbdullah ibn Abbas menafsirkan makna dari kalimat لا إلهَ إِلاَّ اللهُ sebagai Laa ma’buda bi haqqin illallah atau “Tiada Tuhan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah”. Sehingga yang ditiadakan dari kalimat Laa ilaha adalah sesembahan yang berhak disembah. Yang ditiadakan bukan tuhan secara umum, karena realitanya banyak orang-orang yang menjadikan tuhan mereka selain Allah. Ada yang menjadikan berhala sebagai sesembahan, orang-orang salih yang diagungkan, matahari, api, dan lain-lain.
Nooh (71:23) 71-23
Dan mereka berkata:“Jangan sekali-kali kamu meninggalkan tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan wadd, dan jangan pula suwwa’, yaghuts, ya’uq dan nasr”. وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا
Mengapa kita patut mengambil ilmu ini dari Abdullah ibn Abbas? Selain karena beliau merupakan sahabat Nabi yang mulia, beliau juga pernah didoakan oleh Rasullah ﷺ agar diberikan pemahaman yang mendalam tentang agama.
The Prophet would often draw Abdullah as a child close to him, pat him on the shoulder and pray: “O Lord, make him acquire a deep understanding of the religion of Islam and instruct him in the meaning and interpretation of things.”
Link to original
2 Rukun Kalimat لا إلهَ إِلاَّ اللهُ
- Nafy adalah peniadaan → “Tiada tuhan yang berhak disembah-” Peniadaan terhadap seluruh tuhan selain Allah yang disembah oleh manusia. Hakikat dari nafy adalah melepaskan diri dari kesyirikan. Kita batalkan tuhan-tuhan selain Allah.
- Ithbaat adalah penetapan → “-selain Allah” Menetapkan hanya Allah lah yang berhak disembah.
Dalil Dalam Al-Qur’an & Sunnah
- Kitab At Tauhid, p.44 - Terdapat ithbaat atau penetapan pada ayat ini. Sedangkan pada ayat sebelumnya, terdapat nafy atau peniadaan sifat ketuhanan pada sesembahan lain selain Allah.
Al-Israa (17:57) 17-57
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang ditakuti. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا
Al-Israa (17:56) 17-56
Katakanlah:“Panggillah mereka yang kamu anggap selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya”. قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا
- Kitab At Tauhid, p.44 Perkataan Nabi Ibrahim disini pada ayat 26 merupakan nafy sedangkan pada ayat 27 merupakan ithbaat.
Note
Ini adalah tipikal dari tauhid, merupakan fitrah manusia, sesuatu yang mudah dipahami. Ini juga hakikat agama Islam, yang mudah dijalankan bagi semua kalangan.
- Kitab At Tauhid, p.45 - Allah disini membantah orang-orang nasrani. Allah meniadakan ketuhanan bagi pendeta-pendeta mereka dan juga Nabi Isa, dan Allah menetapkan hanya Allah-lah yang berhak disembah.
At-Tawba (9:31) 9-31
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَٰهًا وَاحِدًا ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
- Kitab At Tauhid, p.45 - Ayat ini adalah dalil yang menjelaskan bahwa orang-orang musyrikin tidak merealisasikan kalimat laa ilaha laa ilallah karena mereka mencintai hal selain Allah. Makna cinta disini adalah cinta pengagungan dan ibadah yang hanya pantas ditujukan kepada Allah.
Al-Baqara (2:165) 2-165
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya. وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ
- Kitab At Tauhid, p.45Kitab At Tauhid, p.46 - Seseorang yang mengimani Laa ilaa ha illallah, maka haram darah & hartanya, dan hanya Allah lah yang berhak menilainya.
Ṭāriq bin Asy-yam Al-Asyja’iy -raḍiyallāhu ‘anhu- meriwayatkan, Aku telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
Link to original
“Siapa yang mengucapkan ‘Lā ilāha illallāh’ dan mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allah, maka harta dan darahnya terjaga, sedangkan perhitungan amalnya terserah kepada Allah.”
[Sahih] - [HR. Muslim] - [Ṣaḥīḥ Muslim - 23]
Pesan Penulis
(Kitab At Tauhid, p.46) Keterangan tentang bab ini akan dipaparkan pada bab-bab berikutnya.
Maksud dari penulis adalah Bab 1 sampai dengan Bab 5 merupakan mukkaddimah. Sedangkan Bab 6 sampai akhir adalah penjelasan dari tauhid dan kalimat Laa ilaha illalah. Tugas kita adalah belajar mengenai tauhid dan kesyirikan serinci mungkin karena para ulama mengatakan tidak ada buku yang lebih rinci terkait topik tersebut dibandingkan dengan buku ini. Bahkan banyak sekali syarah kitab tauhid yang membahas poin-poin terkait dalil-dalil yang dibawakan oleh syeikh. Kita berdoa dengan mempelajari kitab ini akan menjadi hujjah di akhirat kelak bahwa kita telah menaruh perhatian tentang pentingnya tauhid agar kita bisa menjelaskan hak-hak Allah kepada orang lain.
Keutamaan لا إلهَ إِلاَّ اللهُ
Melebihi segala hal
Ibn Taymiyyah mengatakan
“keutaman-keutamaan kalimat ini, hak-haknya, kedudukannya dalam agama itu melebihi dari apa yang bisa disifati oleh orang-orang dan melebihi yang diketahui oleh orang-orang, dan ia merupakan pangkal dari semua urusan”
Link to original
Laa ilaaha illallah dapat mengeluarkan seseorang dari neraka
Rasulullah pun bersabda
‘Tidak ada seorang pun yang bersyahadat Laa Ilaaha Illallah dan bahwasanya aku adalah Rasulullah kemudian ia masuk neraka.’
Link to original
Circular transclusion detected: Clippings/Mengucapkan-Laa-Ilaaha-Illallah-Karena-Mengharapkan-Wajah-Allah
Dzikir yang Terbaik adalah Laa Ilaaha Illallah
“Dzikir yang paling utama adalah Laa Ilaaha Illallah, dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.” (HR. Al-Hakim)
Link to original
Dianjurkan untuk mengucapkan dzikir Laa Ilaaha Illallah dalam segala kondisi.
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Dzikir yang paling utama adalah laa ilaha illallah (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah).” (HR. Tirmidzi, ia menyatakan bahwa hadits ini hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3383. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan].
Link to original
Dibukakan pintu surga
Dari Umar bin Al-Khattab, ia berkata: Rasulullah (ﷺ) bersabda: ‘Barangsiapa yang berwudhu dengan baik, kemudian mengucapkan: (Ashhadu an la ilaha illallah, wahdahu la sharika lahu, wa ashhadu anna Muhammadan abduhu wa rasuluhu, Allahummajalni minat tawwabin, waj’alni minal mutatahhirin), maka delapan pintu surga dibuka untuknya, ia dapat masuk dari pintu mana saja yang ia inginkan.’ https://www.hadits.id/l/JoWrmcNJVm
Diijabahnya doa & diterimanya shalat
Dari ‘Ubadah bin As-Samit: Nabi (ﷺ) bersabda: “Barangsiapa terbangun di malam hari dan mengucapkan: — ‘La ilaha il-lallah Wahdahu la Sharika lahu Lahu-lmulk, waLahu-l-hamd wahuwa ‘ala kullishai’in Qadir. Al hamdu lil-lahi wa subhanal-lahi wa la-ilaha il-lal-lah wa-l-lahu akbar wa la hawla Wala Quwata il-la-bil-lah.’ (Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. Dia adalah Yang Maha Esa dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Baginya adalah Kerajaan dan segala pujian adalah milik-Nya. Dia Maha Kuasa. Segala pujian adalah untuk Allah. Segala kemuliaan adalah untuk Allah. Dan tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Maha Besar. Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah). Dan kemudian berkata: — Allahumma, Ighfir li (Ya Allah! Ampunilah aku). Atau berdoa (kepada Allah), dia akan dijawab dan jika dia berwudhu (dan shalat), shalatnya akan diterima.” https://www.hadits.id/l/JoWrmcNJVm
Dicatatnya kebaikan dan dihapusnya keburukan
Dari Abu Huraira, Rasulullah (ﷺ) bersabda, “Siapa yang mengucapkan: ‘La ilaha illallah wahdahu la sharika lahu, lahu-l-mulk wa lahul-hamd wa huwa ‘ala kulli shai’in qadir,’ seratus kali, maka baginya pahala seperti memerdekakan sepuluh budak, dan seratus kebaikan akan dicatat dalam catatannya, dan seratus dosa akan dihapus darinya, dan itu (ucapannya) akan menjadi pelindung baginya dari setan pada hari itu hingga malam, dan tidak ada yang dapat melakukan amal yang lebih baik kecuali orang yang melakukan lebih banyak darinya.” https://www.hadits.id/l/JoWrmcNJVm
Merupakan kalimat dzikir setelah shalat
Diriwayatkan dari Warrad (penulis Al-Mughira bin Shu’bah) bahwa Al-Mughira menuliskan kepadaku dalam sebuah surat kepada Muawiya bahwa Nabi (ﷺ) biasa mengucapkan setelah setiap shalat wajib, “Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah! Tidak ada yang dapat menahan apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberikan apa yang Engkau tahan, dan tidak ada usaha dari orang yang berusaha yang dapat memberi manfaat di hadapan-Mu.” Dan Al-Hasan berkata, “Al-jadd’ berarti kemakmuran.” https://www.hadits.id/l/JoWrmcNJVm
Important
Kalimat ini sering kali kita jumpai dalam keseharian kita, sehingga ini menunjukkan keutamannya. Namun, perlu diingat yang bisa mendapatkan manfaat kalimat ini adalah yang mengamalkannya dengan sungguh-sungguh. Bukan hanya yang terdapat pada lisannya saja,
Syarat Laa Ilaha Illallah
Circular transclusion detected: Clippings/Inilah-7-Syarat-Laa-ilaaha-illallah
Circular transclusion detected: Clippings/Inilah-7-Syarat-Laa-ilaaha-illallah