Alhamdulillah, pada kesempatan kali ini kami akan coba membahas terkait syarat laa ilaaha illallah. Semoga pembahasan tentang syarat laa ilaaha illallah ini bisa membuat kita semakin teguh di jalan Allah taโ€™ala.

Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al Abbad Al Badr hafizhahullah

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ุŒ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ู…ู† ู„ุง ู†ุจูŠ ุจุนุฏู‡ ุŒ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุจุนุฏ

Ketahuilah wahai saudaraku, semoga Allah memberi anda petunjuk kepada ketaatan dan taufiq untuk mencintai Allah, bahwa kalimat yang paling agung dan paling bermanfaat adalah kalimat tauhid โ€œLaa ilaaha illallahโ€. Ia adalah sebuah ikatan yang kuat dan ia juga merupakan kalimat taqwa. Ia juga merupakan rukun agama dan cabang keimanan yang paling utama. Ia juga merupakan jalan kesuksesan meraih surga dan keselamatan dari api neraka. Karena kalimat inilah, Allah menciptakan para makhluk dan menurunkan Al Kitab serta mengutus para Rasul. Ia juga merupakan kalimat syahadat dan kunci dari pintu kebahagiaan. Ia juga merupakan landasan dan pondasi agama dan pokok semua urusan.

{ ุดูŽู‡ูุฏูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‡ููˆูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุฃููˆู„ููˆ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุง ุจูุงู„ู’ู‚ูุณู’ุทู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠุฒู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู } [ุขู„ ุนู…ุฑุงู†:18]

โ€œ Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana โ€ (QS. Al Imran: 18)

Dan nash-nash yang menerangkan mengenai keutamaan, keagungan dan urgensinya sangatlah banyak dalam Al Qurโ€™an dan As Sunnah.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:

ูˆูุถุงุฆู„ ู‡ุฐู‡ ุงู„ูƒู„ู…ุฉ ูˆุญู‚ุงุฆู‚ู‡ุง ูˆู…ูˆู‚ุนู‡ุง ู…ู† ุงู„ุฏูŠู† ููˆู‚ ู…ุง ูŠุตูู‡ ุงู„ูˆุงุตููˆู† ูˆูŠุนุฑูู‡ ุงู„ุนุงุฑููˆู† ูˆู‡ูŠ ุฑุฃุณ ุงู„ุฃู…ุฑ ูƒู„ู‡

โ€œkeutaman-keutamaan kalimat ini, hak-haknya, kedudukannya dalam agama itu melebihi dari apa yang bisa disifati oleh orang-orang dan melebihi yang diketahui oleh orang-orang, dan ia merupakan pangkal dari semua urusanโ€

Ketahuilah saudaraku, semoga Allah memberi anda taufiq dalam ketaatan, bahwa kalimat โ€œLaa ilaaha illallahโ€ tidaklah diterima dari orang yang mengucapkannya kecuali ia menunaikan haknya dan kewajibannya serta memenuhi syarat-syarat yang dijelaskan dalam Al Qurโ€™an dan As Sunnah. Yaitu 7 syarat yang penting untuk diketahui oleh setiap Muslim dan penting untuk mengamalkannya. Betapa banyak orang awam yang jika mereka berkumpul lalu ditanya mengenai syarat-syarat ini, mereka tidak mengetahuinya. Dan betapa banyak juga orang yang sudah menghafal syarat-syarat ini, namun ia lepaskan seperti lepasnya anak panah, ia terjerumus dalam hal-hal yang bertentangan dengan syarat-syarat tersebut. Maka yang diharapkan adalah ilmu dan amal secara bersamaan, agar seseorang menjadi pengucap โ€œLaa ilaaha illallahโ€ yang sejati dan jujur dalam mengucapkannya. Dan menjadi seorang ahli tauhid yang sejati pula. Dan sungguh taufiq itu hanya di tangan Allah semata.

Baca Juga: Kesalahan Memahami Makna Laa Ilaaha Ilallah

Pentingnya menurut para Salaf

Dan salafus shalih terdahulu telah mengisyaratkan pentingnya syarat โ€œLaa ilaaha illallahโ€ dan wajibnya berpegang teguh padanya. Di antara perkataan mereka:

  • Riwayat dari Al Hasan Al Bashri rahimahullah, ketika ia ditanya: โ€œorang-orang mengatakan bahwa barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallah pasti akan masuk surgaโ€. Al Hasan berkata: ู…ู† ู‚ุงู„ ยซ ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ยป ูุฃุฏู‘ูŽู‰ ุญู‚ู‡ุง ูˆูุฑุถู‡ุง ุฏุฎู„ ุงู„ุฌู†ุฉ โ€œ barangsiapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallah, lalu menunaikan hak dan kewajibannya (konsekuensinya), pasti akan masuk surga โ€œ
  • Al Hasan pernah berkata kepada Al Farazdaq, ketika ia menguburkan istrinya: ู…ุง ุฃุนุฏุฏุชูŽ ู„ู‡ุฐุง ุงู„ูŠูˆู… ุŸ ู‚ุงู„: ุดู‡ุงุฏุฉ ุฃู† ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ู…ู†ุฐ ุณุจุนูŠู† ุณู†ุฉุŒ ูู‚ุงู„ ุงู„ุญุณู†: โ€œู†ุนู… ุงู„ุนุฏุฉ ู„ูƒู† ู„ู€ู ยซ ู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ยป ุดุฑูˆุทุงู‹ ุ› ูุฅูŠุงูƒ ูˆู‚ุฐู ุงู„ู…ุญุตู†ุงุช โ€œ apa yang engkau persiapkan untuk hari ini (hari kematianmu kelak)? Al Farazdaq berkata: syahadat Laa ilaaha illallah sejak 70 tahun yang lalu. Lalu Al Hasan berkata: iya benar, itulah bekal. Namun Laa ilaaha illallah memiliki syarat-syarat. Maka hendaknya engkau jauhi perbuatan menuduh zina wanita yang baik-baik โ€œ
  • Wahab bin Munabbih ditanya, โ€œbukanlah kunci surga itu adalah Laa ilaaha illallah?โ€, ia menjawab: ุจู„ู‰ ุ› ูˆู„ูƒู† ู…ุง ู…ู† ู…ูุชุงุญ ุฅู„ุง ู„ู‡ ุฃุณู†ุงู† ุŒ ูุฅู† ุฃุชูŠุช ุจู…ูุชุงุญ ู„ู‡ ุฃุณู†ุงู† ููุชุญ ู„ูƒ ุŒ ูˆุฅู„ุง ู„ู… ูŠููุชุญ ู„ูƒ โ€ ุŒ ูŠุดูŠุฑ ุจุงู„ุฃุณู†ุงู† ุฅู„ู‰ ุดุฑูˆุท ยซู„ุง ุฅู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ยป ุงู„ูˆุงุฌุจ ุงู„ุชุฒุงู…ู‡ุง ุนู„ู‰ ูƒู„ ู…ูƒู„ู โ€œ iya benar, namun setiap kunci itu pasti ada giginya. Jika engkau datang membawa kunci yang memiliki gigi, maka akan terbuka. Namun jika tidak ada giginya, maka tidak akan terbuka โ€œ. Beliau mengisyaratkan gigi dari kunci untuk memaksudkan syarat Laa ilaaha illallah yang wajib dipegang teguh oleh setiap mukallaf.

7 Syarat Laa ilaaha illallah

Dan syarat Laa ilaaha illallah ada 7 seperti sudah disebutkan, yaitu

  1. Al Ilmu (mengilmui), dalam menafikan dan menetapkan. Kebalikannya adalah Al Jahl (kebodohan).
  2. Al Yaqin (meyakini), kebalikannya adalah Asy Syak dan Ar Rayb (keraguan).
  3. Al Ikhlash (ikhlas), kebalikannya adalah Asy Syirku (syirik) dan Ar Riyaโ€™ (riya).
  4. Ash Shidqu (membenarkan), kebalikannya adalah Al Kadzabu (mendustakan).
  5. Al Mahabbah (mencintai), kebalikannya adalah Al Karhu (membenci).
  6. Al Inqiyadu (menaati), kebalikannya adalah At Tarku (tidak taat).
  7. Al Qabulu (menerima), kebalikannya adalah Ar Raddu (menolak).

sebagian ulama menggabungkan syarat-syarat ini dalam 1 baris bait:

ุนู„ู…ูŒ ูŠู‚ูŠู†ูŒ ูˆุฅุฎู„ุงุต ูˆุตุฏู‚ูƒ ู…ุน ู…ุญุจุฉ ูˆุงู†ู‚ูŠุงุฏ ูˆุงู„ู‚ุจูˆู„ ู„ู‡ุง

โ€œilmu, yakin, ikhlas, jujurmu disertai dengan cinta, patuh dan menerimaโ€

dan sebagian ulama yang lain juga membuat bait

ูˆุจุดุฑูˆุทู ุณุจุนุฉ ู‚ุฏ ู‚ููŠู‘ูุฏุช ูˆููŠ ู†ุตูˆุต ุงู„ูˆุญูŠ ุญู‚ุงู‹ ูˆูŽุฑูŽุฏูŽุช

ูุฅู†ู‡ ู„ู… ูŠู†ุชูู€ุน ู‚ุงุฆู„ู€ู‡ุง ุจุงู„ู†ุทู‚ ุฅู„ุง ุญูŠุซ ูŠุณุชูƒู…ูู„ู€ู€ู‡ุง

ุงู„ุนู„ู€ู… ูˆุงู„ูŠู‚ูŠู† ูˆุงู„ู‚ุจู€ู€ูˆู„ู ูˆุงู„ุงู†ู‚ูŠู€ู€ุงุฏ ูุงุฏุฑู ู…ุง ุฃู‚ูˆู„ู

ูˆุงู„ุตุฏู‚ ูˆุงู„ุฅุฎู„ุงุต ูˆุงู„ู…ุญุจู€ุฉ ูˆูู‘ูŽู‚ู€ูƒ ุงู„ู„ู‡ ู„ู…ุง ุฃุญุจู€ู€ู€ู‡

dengan tujuh syarat yang telah dibuat, yang diambil dengan benar dari nash-nash wahyu
maka tidaklah bermanfaat orang yang mengatakannya (Laa ilaaha illallah) dengan lisan, kecuali menyempurnakannya
ilmu, yakin, menerima, patuh, pahamilah apa yang saya katakan ini
jujur, ikhlas, cinta, semoga Allah memberimu taufiq pada apa-apa yang Ia cintai

Kemudian, kami akan jelaskan kepada anda penjelasan dari masing-masing syarat tersebut dengan menyebutkan dalil dari Al Qurโ€™an dan As Sunnah:

1. Al Ilmu (ilmu)

Al ilmu di sini makna yang dimaksudkan adalah ilmu dalam menafikan dan menetapkan. Hal ini karena anda menafikan semua jenis ibadah kepada seleuruh sesembahan selain Allah, dan menetapkan semua ibadah hanya kepada Allah semata. Sebagaimana dalam firman Allah Taโ€™ala :

{ุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ู†ูŽุนู’ุจูุฏู ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูŽ ู†ูŽุณู’ุชูŽุนููŠู†ู } [ุงู„ูุงุชุญุฉ:5]

โ€œ hanya kepada-Mu lah kami beribadah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan โ€ (QS. Al Fatihah: 5)

Maksudnya, kami menyembah-Mu semata yaa Allah, dan tidak menyembah selain-Mu, kami meminta pertolongan kepada-Mu yaa Allah dan tidak meminta pertolongan kepada selain-Mu. Maka orang yang mengucapkan โ€œLaa ilaaha illallahโ€ wajib mengilmui makna dari โ€œLaa ilaaha illallahโ€ itu sendiri. Allah Taโ€™ala berfirman:

{ููŽุงุนู’ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูุฐูŽู†ู’ุจููƒูŽ } [ู…ุญู…ุฏ:19]

โ€œ Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang hak selain Allah โ€ (QS. Muhammad: 19)

Ia juga berfirman:

{ุฅูู„ู‘ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ุดูŽู‡ูุฏูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ} [ุงู„ุฒุฎุฑู:86]

โ€œ kecuali mereka mengetahui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya) โ€ (QS. Az Zukhruf: 86)

Para ahli tafsir menjelaskan, maksud dari โ€œ illa man syahida โ€ adalah โ€˜kecuali mereka yang mengetahuiโ€™ apa yang mereka syahadatkan tersebut oleh lisan dan hari merekaโ€. Dari Utsman bin โ€˜Affan radhiallahuโ€™anhu beliau berkata, bahwa Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู…ูŽุงุชูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ

โ€œ barangsiapa yang mati dan ia mengetahui bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, akan masuk surga โ€

2. Al Yaqin (meyakini)

Al Yaqin menafikan syakk dan rayb (keraguan). Maknanya, seeorang meyakini secara tegas kalimat โ€œLaa ilaaha illallahโ€, tanpa ada keraguan dan kebimbangan. Sebagaimana Allah mensifati orang Mukmin:

{ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุชูŽุงุจููˆุง ูˆูŽุฌูŽุงู‡ูŽุฏููˆุง ุจูุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ุตู‘ูŽุงุฏูู‚ููˆู†ูŽ } [ุงู„ุญุฌุฑุงุช:15]

โ€œ Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar โ€ (QS. Al Hujurat: 15)

Makna dari lam yartaabuu di sini adalah yakin dan tidak ragu.

Dan dalam Shahih Muslim, dari Abu Hurairah radhiallahuโ€™anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:

ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ููŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ูุŒ ู„ูŽุง ูŠูŽู„ู’ู‚ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ูŽ ุจูู‡ูู…ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏูŒ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุดูŽุงูƒู‘ู ูููŠู‡ูู…ูŽุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ

โ€œ syahadat bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan bahwasanya aku adalah utusan Allah, seorang hamba yang tidak meragukannya dan membawa keduanya ketika bertemu dengan Allah, akan masuk surga โ€

Dan dalam Shahih Muslim, juga dari Abu Hurairah radhiallahuโ€™anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู‚ููŠุชูŽ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุงุกู ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุญูŽุงุฆูุทู ูŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูุณู’ุชูŽูŠู’ู‚ูู†ู‹ุง ุจูู‡ูŽุง ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ููŽุจูŽุดู‘ูุฑู’ู‡ู ุจูุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

โ€œ barangsiapa yang engkau temui di balik penghalang ini, yang bersyahadat laa ilaaha illallah, dan hatinya yakin terhadap hal itu, maka berilah kabar gembiranya baginya berupa surga โ€

Baca Juga: Rincian Hukum Orang Yang Mengucapkan โ€œLaa ilaaha illallahโ€ Sebelum Wafat

3. Al Ikhlas (ikhlas)

Al Ikhlas menafikan syirik dan riyaโ€™. Yaitu dengan membersihkan amal dari semua cabang kesyirikan yang zhahir maupun yang samar, dengan mengikhlaskan niat untuk Allah semata dalam seluruh ibadah. Allah Taโ€™ala berfirman:

{ุฃูŽู„ูŽุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ู ุงู„ู’ุฎูŽุงู„ูุตู} [ุงู„ุฒู…ุฑ:3]

โ€œ Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang ikhlas (bersih dari syirik) โ€ (QS. Az Zumar: 3)

Ia juga berfirman:

{ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูู…ูุฑููˆุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ููŠูŽุนู’ุจูุฏููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู…ูุฎู’ู„ูุตููŠู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ูŽ} [ุงู„ุจูŠู†ุฉ:5]

โ€œ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus โ€ (QS. Al Bayyinah: 5)

Dan dalam Shahih Al Bukhari, dari Abu Hurairah radhiallahuโ€™anhu dari Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam:

ุฃูŽุณู’ุนูŽุฏู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูุดูŽููŽุงุนูŽุชููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉูุŒ ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุฎูŽุงู„ูุตู‹ุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู

โ€œ Orang yang paling bahagia dengan syafaโ€™atku di hari kiamat kelak adalah orang yang mengatakan laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya โ€

4. Ash Shidqu (jujur)

Ash Shidqu menafikan al kadzab (dusta). Yaitu dengan mengucapkan kalimat โ€œLaa ilaaha illallahโ€ secara jujur dari hatinya sesuai dengan ucapan lisannya. Allah Taโ€™ala berfirman ketika mencela orang munafik:

{ ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููˆู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู†ูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ู„ูŽูƒูŽุงุฐูุจููˆู†ูŽ } [ุงู„ู…ู†ุงูู‚ูˆู†:1]

โ€œ Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: โ€œKami mengakui, bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allahโ€. Dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta โ€ (QS. Al Munafiqun: 1).

Karena orang-orang munafik mengucapkan kalimat โ€œLaa ilaaha illallahโ€ namun tidak secara jujur. Allah Taโ€™ala berfirman:

{ ุงู„ู… (1) ุฃูŽุญูŽุณูุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุชู’ุฑูŽูƒููˆุง ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู‚ููˆู„ููˆุง ุขู…ูŽู†ู‘ูŽุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ูŠููู’ุชูŽู†ููˆู†ูŽ (2) ูˆูŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุชูŽู†ู‘ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูู‡ูู…ู’ ููŽู„ูŽูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุตูŽุฏูŽู‚ููˆุง ูˆูŽู„ูŽูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุงุฐูุจููŠู†ูŽ } [ุงู„ุนู†ูƒุจูˆุช:1-3]

โ€œ Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: โ€œKami telah berimanโ€, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta โ€ (QS. Al Ankabut: 1-3).

Dan dalam Shahihain, dari Muโ€™adz bin Jabal radhiallahuโ€™anhu, dari Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam:

ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุญูŽุฏู ูŠูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูุŒ ุตูุฏู’ู‚ู‹ุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ูุŒ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

โ€œ tidak ada seorang pun yang bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang hak selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, dengan jujur dari hatinya, kecuali ia pasti diharamkan oleh Allah untuk masuk neraka โ€

Baca Juga: Sekelumit Kalimat Syahadat โ€œLaa Ilaha Illallahโ€

5. Al Mahabbah (cinta)

Al Mahabbah (cinta) menafikan al bughdhu (benci) dan al karhu (marah). Yaitu orang yang mengucapkan kalimat โ€œLaa ilaaha illallahโ€ wajib mencintai Allah, Rasul-Nya, agama Islam dan mencintai kaum Muslimin yang menegakkan perintah-perintah Allah dan menjaga batasan-batasannya. Dan membenci orang-orang yang bertentangan dengan kalimat โ€œLaa ilaaha illallahโ€ dan mengerjakan lawan dari kalimat โ€œLaa ilaaha illallahโ€ yaitu berupa kesyirikan atau kekufuran atau mereka mengerjakan hal yang mengurangi kesempurnaan โ€œLaa ilaaha illallahโ€ karena mengerjakan kesyirikan serta kebidโ€™ahan.

Ini dalam rangka mengamalkan sabda Nabi Shallallahuโ€™alaihi Wasallam:

ุฃูˆุซู‚ ุนุฑู‰ ุงู„ุฅูŠู…ุงู† ุงู„ุญุจ ููŠ ุงู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุจุบุถ ููŠ ุงู„ู„ู‡

โ€œ ikatan iman yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah โ€

Dan yang juga menunjukkan disyaratkannya mahabbah dalam keimanan adalah firman Allah Taโ€™ala:

{ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽุฎูุฐู ู…ูู†ู’ ุฏููˆู†ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ุฏูŽุงุฏู‹ุง ูŠูุญูุจู‘ููˆู†ูŽู‡ูู…ู’ ูƒูŽุญูุจู‘ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽุดูŽุฏู‘ู ุญูุจู‘ู‹ุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู} [ุงู„ุจู‚ุฑุฉ:165]

โ€œ Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah โ€ (QS. Al Baqarah: 165).

Dan dalam Shahihain, dari Anas bin Malik radhiallahuโ€™anhu ia berkata: Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam bersabda:

ุซูŽู„ูŽุงุซูŒ ู…ูŽู†ู’ ูƒูู†ู‘ูŽ ูููŠู‡ู ูˆูŽุฌูŽุฏูŽ ุญูŽู„ูŽุงูˆูŽุฉูŽ ุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู: ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู…ูู…ู‘ูŽุง ุณููˆูŽุงู‡ูู…ูŽุง ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูุญูุจู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุกูŽ ู„ูŽุง ูŠูุญูุจู‘ูู‡ู ุฅูู„ู‘ูŽุง ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุนููˆุฏูŽ ูููŠ ุงู„ู’ูƒููู’ุฑู ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุฐูŽููŽ ูููŠ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

โ€œ Ada 3 hal yang jika ada pada diri seseorang ia akan merasakan manisnya iman: (1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selainnya, (2) ia mencintai seseorang karena Allah, (3) ia benci untuk kembali pada kekufuran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka โ€

6. Al Inqiyad (patuh)

Al Inqiyad (patuh) menafikan at tarku (ketidak-patuhan). Orang yang mengucapkan kalimat โ€œLaa ilaaha illallahโ€ wajib untuk patuh terhadap syariat Allah dan taat pada hukum Allah serta pasrah kepada aturan Allah. Allah Taโ€™ala berfirman:

{ูˆูŽุฃูŽู†ููŠุจููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุณู’ู„ูู…ููˆุง ู„ูŽู‡ู } [ุงู„ุฒู…ุฑ:54]

โ€œ Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi) โ€ (QS. Az Zumar: 54)

Dan Ia juga berfirman:

{ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุฏููŠู†ู‹ุง ู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ุฃูŽุณู’ู„ูŽู…ูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽู‡ู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ู…ูุญู’ุณูู†ูŒ} [ุงู„ู†ุณุงุก:125]

โ€œ Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya โ€ (QS. An Nisaaโ€™: 125)

dan makna dari aslimuu dan aslama dalam dua ayat di atas dalah patuh dan taat.

7. Al Qabul (menerima)

Syarat Laa ilaaha illallah yang terakhir adalah Al Qabul. Al Qabul (menerima) menafikan ar radd (penolakan). Seorang hamba wajib menerima kalimat โ€œLaa ilaaha illallahโ€ dengan sebenar-benarnya dengan hati dan lisannya. Allah Taโ€™ala telah mengisahkan kepada kita dalam Al Qurโ€™an Al Karim kisah-kisah orang terdahulu yang telah Allah beri keselamatan kepada mereka karena mereka menerima kalimat โ€œLaa ilaaha illallahโ€, dan orang-orang yang dihancurkan serta dibinasakan karena menolak kalimat tersebut. Allah Taโ€™ala berfirman:

{ุซูู…ู‘ูŽ ู†ูู†ูŽุฌู‘ููŠ ุฑูุณูู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุญูŽู‚ู‘ู‹ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู†ูู†ู’ุฌู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ} [ูŠูˆู†ุณ:103]

โ€œ Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman โ€ (QS. Yunus: 103).

Ia juga berfirman:

ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุฅูุฐูŽุง ู‚ููŠู„ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽุณู’ุชูŽูƒู’ุจูุฑููˆู†ูŽ (35) ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ููˆู†ูŽ ุฃูŽุฆูู†ู‘ูŽุง ู„ูŽุชูŽุงุฑููƒููˆ ุขู„ูู‡ูŽุชูู†ูŽุง ู„ูุดูŽุงุนูุฑู ู…ูŽุฌู’ู†ููˆู†ู} [ุงู„ุตุงูุงุช:35-36]

โ€œ Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: โ€œLaa ilaaha illallahโ€ (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: โ€œApakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?โ€ โ€ (QS. Ash Shaafaat: 35-36)

Demikian. Hanya kepada Allah lah kita semua memohon taufiq agar dapat menegakkan kalimat โ€œLaa ilaaha illallahโ€ sebenar-benarnya baik dalam perkataan, perbuatan dan keyakinan. Sungguh Allah lah semata yang memberi taufiq dan petunjuk kepada jalan yang lurus.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุณู„ู… ูˆุจุงุฑูƒ ูˆุฃู†ุนู… ุนู„ู‰ ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†

Sumber: http://al-badr.net/muqolat/2575

Baca Juga: Ternyata Orang Musyrik Zaman Dahulu Lebih Paham Makna Kalimat Tauhid

โ€”

Penerjemah: Yulian Purnama

Artikel Muslim.or.id

Alumni Maโ€™had Al Ilmi Yogyakarta, S1 Ilmu Komputer UGM, kontributor web Muslim.or.id dan Muslimah.or.id