Tauhid adalah seruan pertama

  • Hal yang pertama diserukan Nabi Muhammad adalah tauhid.
  • Kisah seseorang yang minta dikremasi tapi
  • Jabir ibn Abdillah menyebutkan Sifat Haji Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, bahwa Nabi mengeraskan suaranya dengan melafadzkan tauhid.

Makna Tauhid

  • Tauhid secara bahasa asalnya dari kata wahada yu wahidu tauhidan ‘menjadikan suatu hanya satu’ atau ‘meng-esakan sesuatu’.
  • Tauhid secara istilah maksudnya mengesakan Allah dalam rububiyah, uluhiyah, dan asma-was sifat.

3 Jenis Tauhid

Tauhid terbagi menjadi 3: recall here Para ulama mengatakan pembagian tauhid menjadi 3 dalilnya adalah dalil istiqra. Istiqra adalah penelitian terhadap dalil-dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan didapati bahwa pembahasan mengenai Allah tidak keluar dari 3 hal, yakni;

  1. Perbuatan-perbuatan Allah yang harus kita esa-kan
  2. Perbuatan-perbuatan hamba yang ditujukan kepada Allah
  3. Pembahasan tentang nama-nama dan sifat Allah.

Maryam (19:65) 19-65

Tuhan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia? رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا

1. Tauhid Rububiyyah

  • Mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan Allah.
  • Terdapat 3 sifat ketuhanan Allah:
    1. Al Halq = penciptaan
    2. Al Mulk = penguasaan
    3. At Tadbir = pengaturan
  • Orang-orang musyrikin Makkah mengetauhi ini, namun mereka gagal dalam prakter Tauhid Uluhiyyah karena mereka masih menyembah berhala.
  • Fitrah manusia itu mengarahkan manusia untuk beribadah hanya kepada Allah semata. Dalilnya:

Az-Zukhruf (43:9) 43-9

Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka:“Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka akan menjawab:“Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ الْعَزِيزُ الْعَلِيمُ

Yunus (10:31) 10-31

Katakanlah:“Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab:“Allah”. Maka katakanlah”Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?” قُلْ مَنْ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَمَّنْ يَمْلِكُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَمَنْ يُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَمَنْ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ اللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

  • Dalil-dalil mengenai tauhid rububiyyah:

Al-A'raaf (7:54) 7-54

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Faatir (35:3) 35-3

Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia; maka mengapakah kamu berpaling? يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

Aal-i-Imraan (3:19) 3-19

Sesungguhnya agama disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Al-Muminoon (23:88) 23-88

Katakanlah:“Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari-Nya, jika kamu mengetahui?” قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

2. Tauhid Uluhiyyah:

  • Mengesakan Allah dengan perbuatan-perbuatan hamba.
  • Sehingga semua ibadah yang kita lakukan murni ditunjukkan kepada Allah. Tauhid Uluhiyyah adalah konsekuensi dari Tauhid Rububiyyah.

Al-Baqara (2:21-22) 2-21 2-22

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa, يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

  • Jika seseorang yakin bahwa Allah adalah yang menciptakan, menguasai, dan mengatur segala sesuatu, maka ia akan beribadah hanya kepada-Nya.

Hanya memiliki rububiyyah tidak akan menjadikan seseorang otomatis bertauhid

  • Dalam Surat Al-Fil, diceritakan pada tahun gajah, ketika Abrahah dan pasukannya menyerang Ka’bah, para kafir Quraish, diantaranya kakek Nabi Muhammad ﷺ, Abdul Muthalib meyakinin bahwa Ka’bah adalah milik Allah, namun mereka tidak memiliki tauhid Uluhiyyah karena masih menyembah berhala.
  • Allah menceritakan dalam Surat Al-Quraish tentang kebiasaan orang-orang Quraish lalu memerintahkan mereka untuk hanya menyembah Tuhan pemilik Ka’bah (tauhid uluhiyyah) karena Ialah yang memberikan mereka makan dan menghilangkan rasa takut dari diri mereka (tauhid rububiyyah)

Perbedaan Tauhid Rububiyyah dan Tauhid Uluhiyyah:

  1. Tauhid Rububiyyah adalah dalil yang menjelaskan tauhid uluhiyyah, sehingga dapat dipastikan keduanya berbeda.
  2. Tauhid Rububiyyah adalah bagian dari Tauhid Uluhiyyah. Sehingga Tauhid Uluhiyyah mencakup seluruh Tauhid.
  3. Tauhid uluhiyyah termasuk didalamnya tauhid rububiyyah. Sehingga tauhid uluhiyyaah mencakup tauhid rububiyyah, tapi tidak sebaliknya..
  4. Sesungguhnya tauhid rububiyyah adalah perkara yang diakui orang-orang musyrikin, sedangkan tauhid uluhiyyah tidak diakui mereka. Sehingga tauhid uluhiyyah adalah persimpangan jalan yang membedakan antara kaum muslimin dan kaum kafirin
  5. Syarat seseorang masuk islam adalah “laa ilaha illallaah” tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allaah, bukan “laa rabba illallah” tidak ada pencipta selain Allaah

3. Tauhid Asma Was Sifaat:

  • Mengesakan Allah dalam nama dan sifatnya.
  • Tidak ada satupun di dunia ini yang serupa dengan-Nya.

[! QUESTION] Apa maksud dari Tauhid dalam Kitab ini? Yang dimaksud adalah Tauhid Uluhiyyah secara umum. Dan kedua jenis tauhid lainnya termasuk dalam tauhid ini.

Adab dalam berdakwah

  1. Ikat dengan dalil
  2. Akhlak mulia Syekh albani rahimahullaah berkata kepada murid-muridnya “Dakwah sunnah itu sudah sulit diterima, jangan semakin mempersulitnya dengan buruknya akhlak kalian”
  3. Lembut Nabi Muhammad bersabda “Sesungguhnya, kelemahlembutan tidaklah berada pada sesuatu kecuali dia akan menghiasinya dan tidaklah dicabut dari sesuatu kecuali akan membuatnya menjadi jelek” [HR. Muslim]

Bab 1 - Tauhid [Hakikat dan Kedudukannya]

Tujuan kehidupan manusia di muka bumi

Kitab At Tauhid, p.12

Adh-Dhaariyat (51:56) 51-56

Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Kehidupan yang kita jalani selama ini memiliki tujuan besar dibaliknya. Roda hidup selalu berputar, terkadang kita merasa senang dan kadang kita merasa sedih. Adakalanya kita diatas dan adakalanya kita dibawah. Sehingga seseorang yang mengerti tujuan hidupnya akan tau bagaimana harus bersikap menghadapi situasinya. Allah tidak akan menciptakan kita dengan sia-sia. Allah adalah Al-Hakim, yang Maha Bijaksana, sehingga setiap ketentuan Allah adalah sempurna. Tidak mungkin Allah menciptakan manusia hanya untuk main-main begitu saja, pasti ada tujuannya, dan surat Ad-Dzariyat ayat 56 ini menjelaskan apa tujuan seseorang ada di muka bumi ini. Hendaknya semua muslim dan muslimah baik dari bangsa jinn maupun manusia untuk menjadikan ibadah untuk Allah semata-mata sebagai tujuan hidup kita, karena ialah Sang Pencipta. Tafsir dari kalimat إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ adalah mentauhidkan Allah.

Al-An'aam (6:162-163) 6-162 6-163

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri”. لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Para nabi dan rasul diutus untuk menyerukan tauhid

Kitab At Tauhid, p.12

An-Nahl (16:36) 16-36

Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat:“Sembahlah Allah, dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan. وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Harusnya kita sedih kita melihat seseorang yang aktif berdakwah tapi tidak pernah membahas tauhid dan memperingati bahayanya kesyirikan, karena sesungguhnya inilah intisari dari dakwah para nabi dan rasul terdahulu. Arti dari taghut asalnya dari kata thugyan yang artinya melampaui batas. Dalam surat Al-Haqqah 69-11 kata kataطَغَا berarti melampaui.

  • Dalam surat At-Takatsur102-8 nikmat yang dimaksud bukan hanya air di hari yang panas namun semua nikmat. Tafsiran taghut oleh Ibn Qayyim: arti taghut adalah pada seorang hamba melampaui batas dalam dalam menyembah, mengikuti, dan taat. Sehingga seluruh sesembahan selain Allah adalah taghut. Para ulama menyebutkan 2 aspek dalam menyebut sesuatu sebagai taghut:
  1. Dari sisi orang yang menyembahnya, setiap seorang yang menyembah selain Allah dikatakan menyembah taghut.
  2. Dari sisi apa yang disembah, dirinci sebagai berikut:
    1. Jika yang disembah adalah yang tidak memiliki keinginan untuk disembah seperti batu, pohon, berhala. Ini disebut taghut.
    2. Jika yang disembah memiliki keinginan untuk disembah seperti Fir’aun. Ini disebut taghut.
    3. Jika yang disembah tidak ridho untuk disembah namun beberapa makhluk berlebih-lebihan dalam memuliakannya, contohnya para malaikat dan Nabi Isa (SA). Ini tidak disebut taghut.

Saba (34:40-41) 34-40 34-41

Dan hari Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat:“Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?“. وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلَائِكَةِ أَهَٰؤُلَاءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ

Malaikat-malaikat itu menjawab:“Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”. قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ ۖ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ ۖ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ

Al-Maaida (5:116) 5-116

Dan ketika Allah berfirman:“Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia:“Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?“. Isa menjawab:“Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَٰهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ ۖ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ ۚ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ ۚ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ ۚ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

Perintah untuk menyembah Allah, tidak berbuat kesyirikan, dan berbuat baik kepada orang tua

Kitab At Tauhid, p.13

Al-Israa (17:23-24) 17-23 17-24 Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan"ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. ۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Terutama ketika orang tua kita sudah tidak punya penghasilan, sudah lemah, dan orang tuanya sudah lanjut usia, justru itulah saat kita harus berbakti kepada kedua orang tuanya. Para ulama mengatakan ‘Uf’ adalah penolakan yang paling ringan. Yang dilarang oleh Allah adalah perkataan ringan, bukan perkataan kasar. Jika demikian, bagaimana dengan kata-kata kasar? Dalam suatu hadist Nabi mengatakan 2 hal yang akan disegerakan balasannya di dunia adalah kedzoliman dan durhaka oleh orang tua.

Perintah untuk melakukan kebaikan

Kitab At Tauhid, p.13

An-Nisaa (4:36) 4-36

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, ۞ وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

10 wasiat dari Allah kepada manusia

Kitab At Tauhid, p.14 Kitab At Tauhid, p.15

Al-An'aam (6:151-153) 6-151 6-152 6-153

Katakanlah:“Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah melainkan dengan sesuatu yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami. ۞ قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ مِنْ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat, dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat. وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۖ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

dan bahwa adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan, karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Abdullah ibn Mas’ud mengatakan barang siapa yang ingin melihat wasiat Nabi Muhammad yang diatasnya tertera stampel cincin beliau maka hendaknya ia membaca surat Al-An’am ayat 151-153. Apa yang telah diharamkan:

  1. Larangan untuk mempersekutukan Allah, yang juga bermakna perintah untuk mentauhidkan Allah. Sehingga keduanya tidak mungkin bisa bersatu.
  2. Berbuat baik kepada kedua orang tua.
  3. Jangan membunuh anak-anak karena takut miskin. Oleh karena itu para ulama mengatakan tidak boleh seseorang membatasi untuk punya anak karena alasan ekonomi. Ini tidak berarti kita tidak berikhtiar tapi ingat kita memiliki Allah yang Ar-Razaq. Jangan seperti orang-orang kafir yang mentok menggantungkan nasibnya hanya pada usahanya sendiri. Ini juga tidak berarti tidak boleh memberi jarak antara kehamilan untuk kemashlahatan, karena para sahabat melakukan azl.
  4. Jangan mendekati perbuatan-perbuatan keji.
  5. Jangan membunuh jiwa tanpa sebab (qisas, perang).
  6. Jangan mendekati harta anak yatim dengan cara yang dzalim. Apabila ia memiliki keahlian untuk menginvestasikan harta anak tersebut agar bertambah maka ini diperbolehkan.
  7. Berbuatlah adil dalam berniaga.
  8. Allah tidak akan menguji manusia lebih dari apa yang bisa manusia tersebut pikul.
  9. Berkatalah yang adil.
  10. Ikutilah jalan yang lurus. Yaitu jalan yang telah diterangkan oleh Nabi Muhammad.

Hak Allah atas hamba dan hak hamba atas Allah

(Kitab At Tauhid, p.16) Aku pernah diboncengkan Nabi ﷺ di atas keledai, kemudian beliau berkata kepadaku: “wahai Muadz, tahukah kamu apakah hak Allah yang harus dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya, dan apa hak hamba-hambaNya yang pasti dipenuhi oleh Allah? Aku menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”, kemudian beliau bersabda: “Hak Allah yang harus dipenuhi oleh hamba-hamba-Nya ialah hendaknya mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, sedangkan hak hamba yang pasti dipenuhi oleh Allah ialah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang-orang yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, lalu aku bertanya: “ya Rasulullah, bolehkah aku menyampaikan berita gembira ini kepada orangorang? beliau menjawab: “Jangan engkau lakukan itu, karena khawatir mereka nanti bersikap pasrah.” (HR. Bukhari, Muslim).

Faidah

  • Sifat yang dimiliki Nabi Muhammad, dekat dengan sahabat-sahabatnya. Tidak membatasi diri, siapapun bisa berbicara dengannya.
  • 4 golongan sifat manusia yang akan dijauhkan dari neraka :
    1. Hayyin yaitu orang yg tenang tidak mudah tersulut emosi
    2. Layyin yaitu orang yg lembut perkataan dan perbuatannya
    3. Qarib yaitu orang yg mudah bergaul dan disenangi orang lain
    4. Sahl yaitu orang yang tidak mempersulit urusan dan selalu memberi kemudahan
  • Ini adalalah metode yang bagus untuk mengajarkan sesuatu, tanyalah pertanyaan dulu kepada orang yang ingin diajarkan sebelum menerangkan.
  • Hal-hal yang berkaitan dengan dunia kita tidak boleh mengatakan ‘Allah wa Rasuluhu a’lam’ karena Nabi sudah tidak ada. Namun dalam hal yang berkaitan dengan syariat yang kita tahu Nabi telah mengatakan sesuatu tentangnya, dibolehkan.
  • Kebiasaan para salaf yang senang menyampaikan kabar baik.
  • Muadz akhirnya menyebarkan hadith ini atas dasar takut berdosa karena menyembunyikan ilmu.