Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas) / Fathul Karim Mukhtashar Tafsir al-Qur’an al-‘Adzhim, karya Syaikh Prof. Dr. Hikmat bin Basyir bin Yasin, professor fakultas al-Qur’an Univ Islam Madinah
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Antara nabi Nuh dan nabi Adam terdapat sepuluh abad, semuanya mengikuti hukum yang benar. Lalu mereka berselisih, dan Allah mengutus para nabi sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.” dia berkata, “Demikian juga dalam bacaan Abdullah (Mereka dahulu adalah satu umat, kemudian mereka berbeda-beda)
Diriwayatkan dari Qatadah mengenai firmanNya, (Manusia itu adalah umat yang satu) dia berkata,“Mereka dahulu berada di atas petunjuk bersama-sama, kemudian mereka berbeda-beda (maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan) dan utusan pertama adalah nabi Nuh. Demikian juga yang dikatakan oleh Mujahid, sebagaimana yang dikatakan Ibnu Abbas pertama.
Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firman Allah (Manusia itu adalah umat yang satu), dia berkata, mereka ingkar (maka Allah mengutus para nabi, sebagai pemberi peringatan)
Ungkapan pertama yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas itu lebih shahih secara sanad dan maknanya, karena orang-orang berada pada agama nabi Adam sampai mereka menyembah berhala, lalu Allah mengutus kepada mereka nabi Nuh AS, dan menjadi utusan pertama yang diutus oleh Allah untuk penduduk bumi
Oleh karena itu Allah berfirman, (dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Tidaklah berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri) yaitu setelah jelas bagi mereka hujjah, namun, hal itu tidak membuat mereka mengikutinya melainkan membuat mereka saling berselisih satu sama lain (Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendakNya. Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendakiNya kepada jalan yang lurus)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah mengenai firmanNya, (Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendakNya) dia berkata, “Nabi SAW bersabda,“Kita adalah yang terakhir (datang ke dunia), tetapi yang terdahulu (diadili) pada hari kiamat. Kita adalah yang paling dahulu masuk surga, padahal mereka diberi kitab lebih dahulu dari kita, sedangkan kita sesudah mereka. Lalu mereka berselisih, kemudian Allah memberikan petunjuk kepada kita, yakni kebenaran dari apa yang mereka perselisihkan. Inilah hari yang mereka perselisihkan, sedangkan Allah telah menunjukkannya kepada kita.” Beliau bersabda lagi: “Maka hari ini (Jum’at) adalah untuk kita. Esok (hari Sabtu) untuk kaum Yahudi, dan lusa (Ahad) untuk kaum Nasrani.”
Ar-Rabi’ bin Anas berkata mengenai firmanNya, (Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkann itu dengan kehendakNya) yaitu saat terjadi perbedaan pendapat, mereka tetap berpegang pada apa yang telah dibawa oleh para rasul sebelum terjadi perbedaan. Mereka ikhlas hanya kepada Allah, menyembah hanya kepadaNya, dan tidak menyekutukanNya, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka melaksanakan perintah awal yang ada sebelum perbedaan muncul, dan menjauhkan diri dari perbedaan. Mereka akan menjadi saksi atas manusia di hari kiamat, menjadi saksi atas kaum nabi Nuh, kaum nabi Hud, kaum nabi Shalih, kaum nabi Syuaib, dan keluarga Fir’aun bahwa rasul-rasul mereka telah menyampaikan risalah kepada mereka, namun mereka mendustakan rasul-rasul itu. Dalam bacaan Abu bin Ka’b, “Agar mereka menjadi saksi atas manusia di hari kiamat, dan Allah memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus” Abu Al-‘Aliyah berkata, “Di dalam ayat ini, terdapat jalan keluar dari keraguan, kesesatan, dan fitnah.
Firman Allah SWT, (dengan kehendakNya) yaitu dengan pengetahuanNya tentang mereka dan apa yang telah Dia tunjukkan kepada mereka. Ini adalah pendapat yang dikatakan Ibnu Jarir.
(Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendakiNya) yaitu dari para makhlukNya (kepada jalan yang lurus) yaitu milikNya itu hikmah dan hujjah yang jelas.